ANDA TAMU KE :

Selasa, 24 Agustus 2010

LIMA KELEMAHAN GURU DALAM MENGAJAR

Kutipan :

Tulisan ini bukan merupakan kesimpulan atas kinerja guru secara umum, tetapi hanyalah merupakan temuan penulis selama melaksanakan supervisi kunjungan kelas pada beberapa sekolah yang menjadi binaan penulis ditambah dengan pengamatan penulis pada saat mengikuti kegiatan lesson study MGMP Bahasa Inggris beberapa waktu yang lalu. Sengaja diberi judul demikian karena yang akan dipaparkan adalah kelemahan-kelemahan yang nyata ditemukan penulis. Hal ini dimaksudkan agar bisa menjadi input bagi para guru untuk memperbaiki kegiatan pembelajarannya. 

Dari pengamatan penulis terhadap kegiatan pembelajaran di kelas dapat dikemukakan beberapa kelemahan antara lain : 

  1. Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaranRPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir. Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.
  2. Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa. Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah saja.
  3. Guru kurang memperhatikan kemampuan awal siswa. Pengetahuan ten tang kemampuan awal siswa diperlukan oleh guru untuk menetapkan strategi mengajar, bahkan untuk mengajukan pertanyaanpun diperlukan pemahaman tentang kemampuan awal siswa. Dengan memahami kemampuan awal siswa ini guru dapat membantu siswa memperlancar proses pe,mbelajaran yang dilkukan dan memperkecil peluang kesulitan yang dihadapi siswa. Adakalanya satu materi tertentu memerlukan prasarat pengetahuan sebelumnya. Jika pengetahuan prasyarat ini belum dikuasi dan guru sudah melanjutkan pada materi berikutnya bisa dipastikan bahwa siswa akan kesultan mengikuti pelajaran. Hal ini bisa dideteksi melalui perilaku siswa. Siswa yang tidak dapat mengikuti materi yangs edang dibahas oleh guru cenderung berperilaku "menyimpang" seperti: melamun, menulis atau menggambar yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, berbicara sendiri atau kegiatan-kegiatan lain yang tidak terkait dengan isi pembelajaran.
  4. Penggunaan papan tulis yang kurang tepat. Pada umumnya guru langsung memulai pelajaran tanpa menuliskan Pokok persoalan yang akan dibahas dan tujuan pembelajarannya. Penulisan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran ini bergna sebagai kontrol bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar tidak keluar dari jalur. Kecenderungan lainnya adalah penggunaan papan tulis yang kaacau. Siswa tidak tahu apa sebenarnya yang dibahas, dan untuk apa hal itu dibahas. Guru terlalu sibuk menulis dan membuat ilustrasi di papan tulis yang kadang-kadang sulit ditangkap siswa dan tidak disimpulkan.
  5. Tidak melaksanakan evaluasi. Dengan alasan kekurangan waktu seringkali guru tidak melaksanakan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan. Evaluasi ini bertguna bagi guru untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pembelajaran yang dilakukannya. Dengan melakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan /bahasan akan bisa mendeteksi siswa mana yang masih kesulitas dan pada bagian apa siswa merasa sulit. Hal ini akan sangat berguna bagi guru dalam membantu siswa
Apabila 5 macam kelemahan guru ini dapat diperbaiki, maka peoses pembelajaran akan menjadi lebih bermutu dan muaranya nanti pada hasil belajar yang lebih baik. Perubahan pada kelima kelemahan tersebut tidak memerlukan biaya. Yang diperlukan hanyalah kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik kepada siswa. Kepala sekolah dapat berperan dalam perbaikan proses pembelajaran ini dengan cara lebih sering melaksanakan supervisi kunjungan kelas.
Sumber dari : http://www.pusatartikel.com/

Tidak ada komentar:

DAFTAR SITUS PENDIDIKAN

Situs Pendidikan Anak-anak

http://www.e-dukasi.net/ situs pendidikan untuk SMP,SMA,SMK

http://www.pesonaedu.com/ situs belajar matematika dan sains

http://duniabelajar.com/ situs pendidikan untuk SD

http://www.e-smartschool.com/ situs pendidikan untuk SD, SMP, SMA

http://www.bukamata.com situs berhitung untuk anak

http://www.fourthr.com situr pelatihan komputer

http://www.fisikanet.lipi.go.id situs belajar fisika

http://ww.edu-artikel.com situs artikel pendidikan

http://www.absasi.com/ situs pendidikan komputer

http://www.santalusia.com/ situs pendidikan komputer

http://www.pendidikan.tv/ situs pendidikan komputer

http://www.chem-is-try.org/ situs belajar fisika

http://www.ixl.com/ situs matematika anak

Situs Perguruan Tinggi

http://www.binus.ac.id/ situs resmi Universitas Bina Nusantara

http://www.undip.ac.id/ situs resmi Universitas Diponegoro

http://www.its.ac.id situs resmi Institut Teknologi 10 N0v Surabaya

http://www.itb.ac.id/ situs resmi Institut Teknologi Bandung

http://www.ui.ac.id/ situs resmi Universitas Indonesia

http://www.trisakti.ac.id/ situs resmi Universitas Trisakti

http://www.usk.ac.id/ situs resmi Universitas Syiah Kuala

Situs Departemen Pendidikan

http://www.depdiknas.go.id/ Departemen Pendidikan Nasional Indonesia

http://www.dikti.org/ Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti)

http://www.setjen.depdiknas.go.id/ Situr Resmi Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional

http://www.balitbang.depdiknas.go.id/ Situs Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional

http://www.pustekkom.go.id/ Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Departemen Pendidikan Nasional

http://www.dikdasmen.org/ Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

http://ditptksd.go.id/ Direktorat Pembinaan TK dan SD

http://www.dit-plp.go.id/ Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama

http://www.dikmenum.go.id/ Direktorat Pendidikan Menengah Umum

http://www.dikmenjur.go.id/ Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan

Situs Beasiswa

http://www.indo-ausaid.gov.au/

http://www.sampoernafoundation.org/

http://enteruniversity.com/scholari.html/