Tampilkan postingan dengan label karya sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

KARYA SASTRA_3


Hiperbola ohh Hiperbola..!

by ria manies in Artikel SastraBudaya
Melanjutkan postingan yang kemarin aja ach…! hehehe :D . Kali ini aku ingin membahas tentang majas hiperbola. Oh ya teman-teman, beberapa buku-buku yang saya baca n kebetulan itu buku yang bagus serta best seller selalu menjunjung tinggi namanya majas hiperbola.
Beberapa buku yang saya baca dan kental sama hiperbola antara lain seperti buku-buku Raditya Dika. Kalo menurutku sih, hiperbola yang dipakai si Radith ini kadang2 sampai tidak masuk akal sangatt.. (ya iyalahh… namanya juga HIPER gt :P ), tapi itulah cirikhasnya. Kemudian buku yang hiperbolanya unik  yaitu buku-buku Andrea Herata.  Uniknya adalah hiperbola yang dia pakai selalu menyangkut ke hal-hal yang ilmiah, mungkin karena background dia orang yang terpelajar dan semangat sekali dalam masalah menuntut ilmu.
Hiperbola itu apa sih?
Hiperbola dalam bahasa yunani adalah huperbola. Huper itu sendiri artinya di atas, melampaui, terlalu dan Ballo artinya melempar.
Sedangkan Majas Hiperbola itu apa?
Majas Hiperbola adalah cara pengungkapan dengan melebih-1ebihkan kenyataan sehingga kenyataan itu menjadi tidak masuk akal.
Seperti apa Majas Hiperbola itu?
  • Hatiku hancur mengenang dikau, berkePing-kePing jadinya.
  • Ombak setinggi gunung menghantam rumah-rumah dan menghanyutkan ribuan manusia. Dan orang-orang Acehkehabisan airmata karena sedih oleh musibah tsunami itu.

KARYA SASTRA_2


Ironi

 by ria manies in Artikel Sastra
Sedikit kita berkilas balik dengan majas yang sering kita terima saat pelajaran bahasa Indonesia di kelas waktu masih duduk di sekolah dasar.  Majas Ironi merupaka salah satu majas sindiran. Sedangkan makna dari majas ironi itu sendiri adalah gaya bahasa sindiran yang menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut (saya ambil dari wikipedia).
Kata Ironi sendiri bermakna kejadian atau siatuasi yang bertentangan dengan yang diharapkan atau yang seharusnya terjadi. Tetapi sudah menjadi suratan takdir. Contoh: pembunuhan Mahadmagandi merupakan suatu Ironi karena beliau adalah pejuang yang gigih.(http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi).
Beberapa contoh majas ironi adalah:
1.  Bagus sekali tulisanmu sampai-sampi tidak bisa dibaca dengan jelas.
2.  Kota Batu sangatlah indah dengan sampah-sampahnya.
3. Teladan sekali kau, baru datang ketika rapat sudah selesai.
4. Ramah sekali pelayanmu, sampai semua pembeli tidak datang ke tokomu lagi.

KARYA SASTRA_1


Kata Serapan

 by ria manies in Artikel Sastra
Kata serapan antar bahasa adalah hal yang lumrah. jika terjadi kontak bahasa lewat pemakai pasti akan terjadi serap menyerap kata. Dengan adanya proses penyerapan akan menimbulkan saling meminjam dan saling pengaruh unsur asing. Peminjaman ataupun penyerapan dari suatu bahasa itu sendiri pasti di latar belakangi oleh berbagai macam faktor. Yang biasanya mengalami perubahan atas proses penyerapan adalah bunyi bahasa dan kosa kata.
Bahasa Indonesia sendiri selama pertumbuhannya banyak mengalami serapan dari bahasa-bahasa asing seperti bahasa Sansekerta, bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Masukkan unsur bahasa asing tersebut sejalan dengan histori bangsa Indonesia tentunya.
Berawal dari bahasa sansekerta yang datang bersamaan dengan ajaran hindu budha di Indonesia, kemudian bahasa Belanda yang sejalan dengan proses penjajahan bangsa Belanda. Setelah penjajahan bangsa Belanda usai adalah masa perdagangan antara bangsa timur tingah dengan bangsa Indonesia dan proses keagamaan yang menyebabakan terajdinya penyerapan bahasa Arab.Yang terakhir adalah bahasa Inggris dan itu terjadi hingga sekarang, faktor yang begitu dominan tentunya karena pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa pengguna bahasa Inggris. Selain bahasa-bahasa tersebut menurut wikipedia.com ada beberapa bahasa seperti cina, portugis, tamil, parsi, hindi yang ikut terserap oleh bahasa Indonesia namun memiliki persentasi yang tidak sebesar empat bahasa yang saya jelaskan sebelumnya diatas.
Contoh kata serapan antara lain:edukasi berasal dari education (Inggris)hikmah berasala dari kata hikmat (Arab)besuk berasal dari kata bezoek (Belanda)aniaya berasal dari kata anyaya (Sansekerta)